Kamis, 19 Maret 2020

PEMERIKSAAN, SERVIS, DAN REPARASI MEKANIK

PEMERIKSAAN, SERVIS, DAN REPARASI MEKANIK


Kendaraan harus selalu dijaga dalam kondisi yang baik dengan perhatian khusus pada  rem minyak, lampu, klakson, wiper, kemudi dan ban. Jika pengemudi melihat  adanya  kerusakan mekanis atau kondisi yang berbahaya pada kendaraan yang menjadi tanggung  jawabnya,  harus segera mengurus untuk dilakukan reparasi terhadap kendaraan tersebut. Jika mobil tersebut adalah kendaraan pool, pengemudi harus melaporkan kondisi kendaraan kepada petugas yang bertanggungjawab atau kepada HSE Department secepatnya.

Mekanisme kemudi harus diperiksa secara periodik. Setelah dipakai dimedan yang parah, bersemak- semak, terperosok kedalam lubang yang dalam, harus mendapat pemeriksaan khusus.

Kondisi mekanis bagian depan, alignment roda dan stelan rem kendaraan Perusahaan harus diperiksa secara visual sekurang-kurangnya setiap 30 hari.  Saluran  minyak  rem harus  diperiksa  bila  ada kerusakan sekurang- kurangnya 6 bulan. Jika ada kerusakan harus segera diperbaiki dan diganti.

Pewarnaan atau pembayangan  kaca depan tidak lebih 40% dari kaca depan tersebut.

Untuk mencegah masuknya asap yang beracun ke kabin penumpang, periksalah kendangan dan pipa knalpot mobil penumpang secara regular.

Korek api yang menyala atau segala macam loncatan bunga api lainnya harus dijauhkan dari aki yang terbuka selama kendaraan diservis atau diperiksa. Air aki menghasilkan gas hidrogen yang sangat eksplosit.

Elektrolit atau campuran asam dalam air aki dapat merusak pakaian dan kulit. Cuci tangan sampai bersih sesudah memeriksa aki.

Untuk menghindari semburan air panas, hati-hati waktu membuka tutup radiator untuk memeriksa air pendingin pada saat mesin masih pada temperatur operasi. Membuka tutup radiator sebaiknya pada waktu mesin dingin.

Jika memancing aki yang  mati pada suatu kendaraan, ikuti prosedur berikut untuk mencegah terjadinya busur listrik waktu menghubungkan kabel-kabel jumper ke kutub-kutub aki.

Pada waktu melakukan pemancingan kaca mata keselamatan harus dipakai.

Sambungkan satu kabel  kekutub aki  (umumnya  kutub  positip) yang mati. Sambungkan  ujung  lain dari kabel tersebut kekutub positif aki pemancing.

Sambungkan salah satu ujung kabel lainnya ke-kutub negatip aki pemancing dan sambungkan ujung positif kabel yang masih ada lainnya ke-blok atau rangka mesin dimana jarak antara kedua aki tersebut kira- kira dua feet. Jangan hubungkan kabel ke- kutub negatip aki yang mati.

Setelah mesin hidup, lepas kabel pentanahan aki pemancing dari blok atau rangka mesin. Hati-hati terhadap bagian-bagian mesin yang bergerak waktu melepas kabel tersebut. Kemudian lepas  ujung lain dari kutub aki pemancing. Waktu melepas kabel positip, lepas dulu ujung yang tersambung pada aki pemancing dan sesudah itu lepas ujung lainnya dari kutub positif aki yang mati. Hati-hati jangan sampai ujung kabel positif menyentuh logam/beban mesin atau kendaraan.

Pabrik pembuat mobil kemungkinan menyarankan cara yang lain. Ikuti petunjuk pabrik pembuat yang dicantumkan dalam petunjuk pengoperasian.

TRUK
UMUM
Dilarang membawa cairan-cairan yang mudah terbakar dengan truk pekerja, kecuali jika disimpan dalam kontainer dengan tutup berulir atau pegas. Aturan ini tidak berlalu untuk cat yang boleh dibawa didalam kotak karton.

Roda pada truk harus diperiksa selambat-lambatnya seminggu sekali untuk mengetahui apakah semua baut dan murnya terpasang kuat.

Pada truk-truk pengangkut pekerja, semua alat-alat harus dibawa diluar kabin, ditempatkan dengan aman.

Ketika tidak digunakan cranes dan hoistnya harus berada pada tempatnya dan ditahan diam.

Semua fitting, perkakas, perbekalan peralatan dan benda lepas lainnya yang diangkut dengan truk harus diikat dengan kuat atau diberi penahan agar tidak berjatuhan ke jalur kendaraan lain.

Pada waktu memompa ban, berdirikan selalu ditepi untuk menghindari cedera jika ring atau retaining ring lepas / terlempar.

Bak truk harus  selalu  dijaga  bersih dari minyak dan oli.

Semua truk harus dilengkapi dengan alat pemadam api, kotak P3K dan peralatan keadaan darurat  lainnya.  Alat  pemadam api harus  diisi  kembali  atau begitu habis digunakan dan peralatan keadaan darurat lainnya harus diganti setelah dipakai

Trailer  yang  ditarik  dengan batang penggandeng harus dilengkapi dengan rantai cukup besar untuk menahan beban jika pen batang penggandeng patah. Trailer juga harus dilengkapi dengan berbagai cara untuk mencegah pen tersebut terlepas.

Lantai bak truk harus  dilapisi kayu supaya pipa selalu duduk pada  kayu,  tidak  pada baja. Cara ini juga menjamin pengikatan papan  yang  lebih  erat.

Beban tidak boleh memanjang langsung diatas kabin truk kecuali pada truk dilengkapi peralatan seperlunya untuk pemuatan seperti itu.

Pada waktu bekerja atau mengemudi dibawah kabel listrik tegangan tinggi, hati-hati jangan sampai gin pole atau kabel-kabel lebrang, atau peralatan lain menyentuh kabel listrik. Jika mungkin putuskan dulu aliran listrik sewaktu truk mengangkut beban berat. Jika aliran listrik tidak boleh putus, harus ada orang yang bertugas diluar truk untuk membimbing pengemudi. Jika terjadi kontak dengan arus listrik, pengemudi dan orang lain didalam kendaraan harus tetap berada didalam kendaraan dan berusaha melepaskan kondisi tersebut.

Meloncatlah, jangan melangkah, dari atas kendaraan ketanah, untuk menghindari shock jika kendaraan kena aliran listrik. Tukang listrik harus membebaskan kendaraan dari muatan listrik sebelum orang lain boleh menyentuhnya.

Dilarang  menggunakan tiang listrik untuk  mengaitkan katrol kabel winch untuk memindahkan benda-benda berat
/ menarik truk yang terperosok.

MENAIKKAN DAN MENURUNKAN MUATAN
Pada waktu mengangkat kayu gelondongan, pipa atau beban  yang bermacam-macam, beban harus diikat kuat-kuat dulu. Sesudah truk berjalan sebentar, rantai pengikat harus dipererat  lagi. Muatan seperti pipa/kayu gelondongan selama bergoyang dalam perjalanan dapat saling merapat sehingga menyebabkan rantai mengendor

Empat buah rantai ditempatkan sebagai berikut untuk  dipakai dalam pemuatan pipa-pipa:

Disekeliling depan dan belster pendukung dan pipa.

Disekeliling pipa dan dinding dekat dengan pendukung untuk mendukung dua tiang kembar.

Hanya disekeliling pipa, ditengah-tengah muatan untuk menjaga pipa agar tidak lari kalau rantai depannya putus.

Satu rantai harus dipasang dengan benar pada muatan sebelum ada orang-orang masuk dibawah muatan untuk  melakukan, termasuk memasang  tembakan lain dan rantai tembakan boomer tambahan.

Truk yang sudah dimuati dipinggirkan dan ditempatkan disebelah kanan. Kendaraan berat harus dipakai untuk keperluan barang-barang berat pula.

Kalau ujung rantai boomer yang kendor hilang, dilarang untuk menarik atau tergantung tanpa muatannya.

Para  pekerja  dilarang  berdiri tepat diatas tangkai boomer sewaktu melepaskan  rantai boomer.

Jika muatan diatas truk tersebut mulai guncang/ berjatuhan, para pekerja dilarang menghentikannya.

Para pekerja dilarang berada diantara peluncur pembongkaran muatan kecuali diperlukan kalau pekerjaan tersebut memerlukan pekerja didaerah tersebut maka pekerja lain harus diberitahu agar mereka tidak melepaskan pipa- pipa, jangan menghentikan pipa yang menggelinding dengan kaki atau badan.

Sebelum menurunkan pipa-pipa dari truk penghalang dikedua sisi pada truk harus dilihat  dulu  apakah masih aman kedudukannya  untuk  menjaga pipa agar  tidak  menggelinding  bila boomernya dilonggarkan.

Truk dimana pipa-pipa dibongkar harus  tepat  dijalurnya  dengan  rak pipa agar sesuai sewaktu menggelindingkan pipa-pipa pada saat meluncurkannya kedalam rak pipa.

Rak pipa yang bisa dibawa oleh truk-truk muatannya tidak diperbolehkan berlebihan.

Hati-hatilah terhadap peralatan yang dipakai untuk pengangkutan dengan kereta-kereta kecil agar tidak jatuh atau ditarik sepanjang jalan. Proteksi yang memadai bagi truk ini haruslah diadakan.

Kapasitas truk dan  kemampuan ban tidak boleh dibebani secara berlebihan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar